Pramuka Hijaukan Watulawang

Memperingati Hari Baden Powell ke-164 dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, Gerakan Pramuka Jepara melaksanakan penghijauan di wanawisata Watu Lawang, Desa Tanjung, Kecamatan PakisAji.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Jepara Dwi Riyanto, didampingi sejumlah pengurus Kwarcab Jepara, Minggu (21/2/2021) di lokasi wisata tersebut.

Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan bibit pohon kelapa dari Asisten I Sekda Jepara Dwi Riyanto kepada Kwarcab Jepara yang diwakili oleh Sudarwanto. Selanjutnya diserahkan kepada Ketua Panitia Penanaman Pohon M. Zainuddin dan dieruskan penanaman pohon oleh peserta yang hadir.

Mewakili Bupati Jepara Dian Kristiandi, Asisten I Sekda Jepara Dwi Riyanto mengajak kepada anggota pramuka berbuat sesuatu untuk alam sekitar. Tentunya sesuatu yang bermanfaat baik untuk alam maupun masyarakat.

Disampaikan, kegiatan penanaman pohon ini penting untuk menanamkan rasa cinta pramuka terhadap lingkungan. Serta lebih bisa menjaga ekosistem alam. Mengingat perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan adik-adik Pramuka untuk lebih mencintai lingkungan, sehingga alam tetap lestari dan ketersediaan sumber daya terutama air ke depan akan tetap terpelihara” kata dia.

Ketua Panitia Penanaman Pohon Kwarcab Jepara M. Zainuddin mengatakan, kali ini total pohon yang ditanam yaitu 185 batang. Terdiri dari pohon lo (50 batang), asem (30 batang), durian (30 batang), trembesi (20 batang), akasia (50 batang), dan kelapa (5 batang). Bantuan bibit tersebut berasal dari Balai Pembibitan Tanaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara.

“Semoga bisa dirawat dan tumbuh untuk menghijaukan kawasan ini,’ kata dia.

Bibit pohon tersebut ditanam di seputar obyek wisata Watu Lawang, juga di sepanjang pintu masuk lokasi wisata. Selain penanaman pohon, para peserta juga melalukan bersih-bersih dengan memunguti berbagai macam sampah yang ada di sekitar lokasi wisata.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *