Anggota Pramuka Bantu Padamkan Kebakaran Gudang Mebel

Sebuah gudang finishing mebel di Desa Krapyak terbakar sore ini. Anggota Pramuka dari SMA – SMK Islam Jepara dan Ubaloka Jepara yang sedang melewati lokasi turut membantu Tim pemadam kebakaran menjinakkan si jago merah.  Kejadian bermula ketika para pekerja sudah meninggalkan tempat itu. Sepuluh menit setelah pintu gerbang dikunci, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam gudang. Warga sekitar, Suyatno melihat kepulan asap dari gudang. Lalu api membesar. 

Warga lain berusaha membuka pintu gudang yang terkunci. Lalu mengeluarkan dua sepeda motor dan barang-barang lain yang ada di bagian depan. “Api berkobar dari tengah, ” kata Suyatno.
Sepuluh menit berselang tim pemadam datang. Anggota pramuka yang sedang melewati lokasi itu ikut membantu proses pemadaman. Empat unit pemadam kebakaran diterjunkan. Beruntung api segera dipadamkan dalam waktu satu jam. Pendinginan juga dilakukan untuk mencegah api menjalar ke pemukiman dan gudang mebel di sebelah lokasi.

Dari informasi yang dihimpun, di dalam gudang tersebut terdapat barang mebel yang siap kirim. Ada pula uang tunai Rp 6 juta yang ikut terbakar. Kerugian ditaksir mencapai satu miliar. “Barang yang siap dikirim nilainya Rp 800 juta. Belum lagi kerugian bangunan, ” tutur Sekretaris gudang, Shanti Listiawati.

Salah satu anggota pramuka asal SMK Islam Jepara, Galih Fikri M. mengatakan ia saat kejadian sedang melintas di lokasi. Saat itu sedang melaksanakan giat perkemahan tamu ambalan. Ia bersama tiga anggota pramuka lain melihat kerumunan warga. Diketahui terjadi kebakaran

Tulisan ini dipublikasikan di Warta Pramuka. Tandai permalink.

Anggota Pramuka Bantu Padamkan Kebakaran Gudang Mebel

Sebuah gudang finishing mebel di Desa Krapyak terbakar sore ini. Anggota Pramuka dari SMA – SMK Islam Jepara dan Ubaloka Jepara yang sedang melewati lokasi turut membantu Tim pemadam kebakaran menjinakkan si jago merah.  Kejadian bermula ketika para pekerja sudah meninggalkan tempat itu. Sepuluh menit setelah pintu gerbang dikunci, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam gudang. Warga sekitar, Suyatno melihat kepulan asap dari gudang. Lalu api membesar. 

Warga lain berusaha membuka pintu gudang yang terkunci. Lalu mengeluarkan dua sepeda motor dan barang-barang lain yang ada di bagian depan. “Api berkobar dari tengah, ” kata Suyatno.
Sepuluh menit berselang tim pemadam datang. Anggota pramuka yang sedang melewati lokasi itu ikut membantu proses pemadaman. Empat unit pemadam kebakaran diterjunkan. Beruntung api segera dipadamkan dalam waktu satu jam. Pendinginan juga dilakukan untuk mencegah api menjalar ke pemukiman dan gudang mebel di sebelah lokasi.

Dari informasi yang dihimpun, di dalam gudang tersebut terdapat barang mebel yang siap kirim. Ada pula uang tunai Rp 6 juta yang ikut terbakar. Kerugian ditaksir mencapai satu miliar. “Barang yang siap dikirim nilainya Rp 800 juta. Belum lagi kerugian bangunan, ” tutur Sekretaris gudang, Shanti Listiawati.

Salah satu anggota pramuka asal SMK Islam Jepara, Galih Fikri M. mengatakan ia saat kejadian sedang melintas di lokasi. Saat itu sedang melaksanakan giat perkemahan tamu ambalan. Ia bersama tiga anggota pramuka lain melihat kerumunan warga. Diketahui terjadi kebakaran

Tulisan ini dipublikasikan di Warta Pramuka. Tandai permalink.